Blangkon Jogja

Jual Blangkon Jogja serta Menyajikan Informasi Harga Blangkon, Gambar Blangkon, dan Seluk Beluk Blangkon Jawa dan Budaya Indonesia. (+62 896-6706-6866)
TRIVIA AJI SAKA

TRIVIA AJI SAKA

Siapa Trivia Aji Saka ?

Mas dan mbak udah tau belum nih siapa tuh Aji Saka? Kalau belum tau, nih saya kasih tau. Jadi, Aji Saka adalah seorang pemuda berasal dari Bumi Majeti. Bumi Majeti sendiri adalah negeri antah-berantah dalam mitologi jawa, akan tetapi ada yang menafsirkan bahwa Aji Saka berasal dari Jambudwipa (India) dari suku Shaka (Scythia), karena itulah ia bernama Aji Saka (Raja Shaka). Legenda ini melambangkan kedatangan Dharma (ajaran dan peradaban Hindu-Buddha) ke Jawa. Akan tetapi penafsiran lain beranggapan bahwa kata Saka adalah berasal dari istilah dalam Bahasa Jawa saka yang berarti penting, pangkal, atau asal-mula, atau raja pertama.

Trivia Aji Saka

Mitos mengenai Trivia Aji Saka

Mitos ini mengisahkan mengenai kedatangan seorang pahlawan yang membawa peradaban, tata tertib dan keteraturan ke Jawa dengan mengalahkan raja raksasa jahat yang menguasai pulau tersebut. Legenda ini juga menyebutkan bahwa Aji Saka adalah pencipta tarikh Tahun Saka, atau merupakan raja pertama yang menerapkan sistem penanggalan Hindu di Jawa. Kerajaan Medang Kamulan mungkin merupakan kerajaan pendahulu atau dikaitkan dengan Kerajaan Medang dalam catatan sejarah.

Segera setelah pulau Jawa dipakukan ke tempatnya, pulau ini menjadi dapat dihuni. Akan tetapi bangsa pertama yang menghuni pulau ini ialah bangsa denawa , tahukah mas dan mbak apa itu bangsa denawa? Jadi bangsa denawa adalah bangsa dengan perawakan besar atau bias dibilang raksasa yang biadab, penindas, dan gemar memangsa manusia. Kerajaan yang pertama berdiri di pulau ini adalah Medang Kamulan, dipimpin oleh raja raksasa bernama Prabu Dewata Cengkar, raja raksasa yang lalim memiliki kebiasaan memakan manusia dan rakyat-rakyatnya.

Trivia Aji Saka berhasil mengalahkan Dewata Cengkar dengan menggunakan Blangkon

Pada suatu hari datanglah Aji Saka yang berniat melawan kelaliman Prabu Dewata Cengkar. Aji Saka berasal dari Bumi Majeti dimana Aji Saka berhasil mengalahkan Dewata Cengkar hanya dengan menggelar kain penutup kepala (dalam sumber lain adalah kain yang dipakai menjadi blangkon) yang kemudian dapat menutupi seluruh tanah Jawa.

Sementara setelah Aji Saka memerintah di Medang Kamulan, Aji Saka mengirim utusan pulang ke rumahnya di Bumi Majeti untuk mengabarkan kepada abdinya yang setia Dora and Sembodo, untuk mengantarkan pusakanya ke Jawa. Utusan itu bertemu Dora dan mengabarkan pesan Aji Saka. Maka Dora pun mendatangi Sembodo untuk memberitahukan perintah Aji Saka. Sembodo menolak memberikan pusaka itu karena ia ingat pesan Aji Saka: tidak ada seorangpun kecuali Aji Saka sendiri yang boleh mengambil pusaka itu. Dora dan Sembodo saling mencurigai bahwa masing-masing pihak ingin mencuri pusaka tersebut. Akhirnya mereka bertarung, dan karena kekuatan dan kesaktian keduanya sama kuatnya, maka mereka sama-sama mati. Aji Saka heran mengapa pusaka itu setelah sekian lama belum datang juga, maka ia pun pulang ke Bumi Majeti. Aji saka terkejut menemukan mayat kedua abdi setianya dan akhirnya menyadari kesalahpahaman antara keduanya berujung kepada tragedi ini. Untuk mengenang kesetiaan kedua abdinya maka Aji Saka menciptakan sebuah puisi yang jika dibaca menjadi Aksara Jawa hanacaraka lhoo. Susunan alfabet aksara Jawa hanacaraka tersebut menjadi puisi sekaligus pangram sempurna yaitu berupa :

Susunan alfabet aksara Jawa hanacaraka

Hana caraka

Ada dua utusan

Data sawala

Yang saling berselisih

Padha jayanya

(Mereka) sama jayanya (dalam perkelahian)

Maga bathanga

Inilah mayat (mereka).

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

Assalamualaikum Blangkonjogja.com
Send via WhatsApp