Gaya Busana Pria di Zaman Mataram Kuno

Blangkonjogja.com kembali hadir untuk mas dan mbak! Kali ini, kami tertarik untuk memberi infomasi untuk Mas dan Mbak tentang budaya di zaman Mataram Kuno Melalui artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana dan seperti apa sih gaya berbusana para pria Jawa pada jaman dahulu kala khususnya pada zaman Mataram? Tentunya aksesoris utama seperti blangkon tidak luput dari gaya busana yang satu ini. Yuk, simak infonya!

Filosofi busana pria zaman Mataram Kuno

Busana atau pakaian, adalah benda yang membungkus tubuh manusia dan merupakan hiasan utama yang menunjukkan martabat manusia beradab, etis, estetis, bermoral dan berakhlakm serta berintelek. Hal tersebut menunjukkan sifat dan sikap budi pekerti yang bernilai tinggi dari pemiliknya. Selain itu, busana juga berfungsi untuk melindungi dirinya dari segala macam hal atau ancaman yang datang dari luar, seperti cuaca, gigitan binatang kecil, dan menjaga pandangan dari manusia lain. Tidak hanya itu, desain pakaian juga penting dalam berbusana. Desain pakaian harus mengandung nilai kesopanan, keindahan, keserasian, dan martabat pemakainya, seperti layaknya orang Jawa pada zaman Mataram Kuno, sangat memperhatikan gaya busana mereka dalam hal fungsi maupun keindahan.

Blangkon, surjan, bebedan, dilengkapi dengan aksesoris stagen, angkin, keris, dan selop adalah seperangkat busana pria Jawa pada zaman Mataram Kuno. Seperangkat busana tersebut menyatu sebagai kesatuan simbolis yang melekat pada tubuh orang Jawa yang menggambarkan keteguhan dan harga diri pribadi. Sejak zaman Mataram Kuno, busana orang Jawa merupakan busana yang menggambarkan tingkat derajat dan martabat dari keluarga besar, hingga pada akhirnya menjadi identitas dan ciri khas suatu budaya bangsa kita.

Salah satu penggunaan blangkon dalam gaya busana Mataraman

 

Busana pria gaya Mataraman

Pada umumnya, seperangkat busana pria Jawa yang terdiri dari 7 jenis yaitu Blangkon, Surjan, Bebed, aksesoris berupa Stagen, Angkin, Keris, dan Selop merupakan identitas simbolis orang Jawa. Namun, bukan berarti hanya tujuh macam perangkat busana yang menjadi milik pria Jawa lho, Mas dan Mbak, masih banyak lagi jenis model busana lainnya yang juga menjadi model pada zaman Mataram Kuno.

Pada tahun 1755, Sultan Hamengku Buwono I ditetapkan sebagai Raja Ngayogyakarta Hadiningrat. Beliau menetapkan busana resmi yang digunakan untuk seluruh apparat keraton dan juga masyarakat Yogyakarta, sama seperti apa yang telah ditetapkan oleh Sultan Agung pada zaman Mataram Kerta tahun 1613, yaitu:

  1. Blangkon yang memiliki mondholan, atau yang kita kenal sekarang sebagai Blangkon Jogja.
  2. Surjan Ontrojkusuma sebagai pakaian pada bangsawan Mataram.
  3. Surjan dengan motif Lurik sebagai seragam bagi apparat kerajaan, prajurit, dan masyarakat.
  4. Bebed dengan latar putih

Keempat jenis busana tersebut menjadi ciri asli dan khas busana pria Jawa dengan gaya Mataraman, dengan blangkon sebagai penutup kepala mereka. Nah, bagaimana Mas dan Mbak? Sangat menarik kan sejarah dan filosofi gaya berbusana pria Jawa pada zaman Mataram Kuno? Tentunya blangkon menjadi salah satu ciri khas utama gaya berbusana orang Jawa.

Pict source: bajutradisionals.com

 

 

 

 

Posts created 34

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

Assalamualaikum Blangkonjogja.com
Send via WhatsApp