Blangkon Jogja

Jual Blangkon Jogja serta Menyajikan Informasi Harga Blangkon, Gambar Blangkon, dan Seluk Beluk Blangkon Jawa dan Budaya Indonesia. (+62 896-6706-6866)

BLANGKON SOLO

Selamat datang kembali di www.blangkonjogja.com, Mbak Mas! Setelah kami membahas mengenai blangkon Jogja yang juga menjadi produk kami, kini saatnya membahas beberapa informasi mengenai jenis produk kami yang lainnya yaitu blangkon Solo. Mari simak informasinya!

Karakteristik Blangkon

Pada dasarnya blangkon Solo dan blangkon Jogja memiliki karakteristik yang hampir sama, hanya satu atau dua hal yang membedakan di antara keduanya. Maka bagian-bagian yang tertera pada blangkon Jogja juga ada pada blangkon Solo. Namun salah satu perbedaannya adalah pada blangkon Solo tidak terdapat mandholan karena blangkon gaya Solo mondholannya trepes atau gepeng. Pada waktu itu masyarakat Solo lebih dulu mengenal cukur rambut karena pengaruh belanda, dan karena pengaruh belanda tersebut mereka mengenal jas yang bernama beskap yang berasal dari ‘beschaafd’ yang berarti civilized atau berkebudayaan.

Dengan tidak adanya tonjolan ini, bagian belakang blangkon hanya diikatkan jadi satu dengat mengikatkan dua pucuk helai di kanan dan kirinya, yang mengartikan bahwa untuk menyatukan satu tujuan dalam pemikiran yang lurus adalah dua kalimat syahadat yang harus melekat erat dalam pikiran masyarakat jawa.

Blangkon Solo
Blangkon Solo

Hal kedua yang membedakan antara blangkon Jogja dan Solo adalah motifnya. Keberadaan blangkon sebagai hasil budaya Jawa sebenarnya tidak sekedar sebagai pelengkap berpakaian saja namun memiliki makna yang dalam. Blangkon memiliki berbagai motif kain batik, seperti: motif gurda, kawung, truntum, wahyu tumurun, sido mukti dan sebagainya. Beragamnya motif blangkon sesuai dengan beragamnya motif kain batik tradisional di Jawa. Setiap motif memiliki makna dan aturan tertentu dalam pemakaianya.

Motif Blangkon Solo

Beberapa motif blangkon Solo sendiri antara lain;

  • Motif Tempen, digunakan untuk abdi dalem yang diutus ke Loji atau ke kantor karisidenan atau kantor Belanda pada zaman dahulu. Model ini memakai sunduk jungkat dari penyu atau tanduk kerbau.
  • Motif Modang, motif yang tertinggi.
  • Motif Solo Muda atau Motif Keprabon
  • Motif Kasatrian
  • Motif Perbawan
  • Motif Dines
  • Motif Wulung Kemolo
  • Motif Cacaran Moncip Ompak
    Batik Blangkon
    Motif Modang

    Di Kota Solo sendiri terdapat sebuah kampung yang disebut sebagai kampung blangkon, yaitu Kampung Potrojayan yang merupakan wilayah Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Pembuatan blangkon di kampung ini dipelopori oleh Mbah Joyo sekitar tahun 70-an yang sampai saat ini sudah diteruskan oleh generasi ke-tiga, yang bernama Bapak Wardoyo dan Ibu Rusmiyati. Keberadaan pengrajin blangkon di Kampung Potrojayan tidak lepas dari jasa Mbah Joyo, karena pengrajin blangkon yang ada sekarang merupakan “siswa” yang pernah bekerja di tempat Mbah Joyo.

    Secara keseluruhan bagian-bagian blangkon Solo maupun Jogja cenderung sama, hanya hal-hal di atas yang membedakan keduanya. Jadi, blangkon Solo atau Jogja yang akan menjadi pilihanmu?

Assalamualaikum Blangkonjogja.com
Send via WhatsApp