Blangkon Jogja

Jual Blangkon Jogja serta Menyajikan Informasi Harga Blangkon, Gambar Blangkon, dan Seluk Beluk Blangkon Jawa dan Budaya Indonesia. (+62 896-6706-6866)

BLANGKON JOGJA

Tentang Blangkon Jogja: Ciri khas dan Filosofi

 

Blangkon Jogja
Blangkon Jogja

Halo, Mas dan Mbak! Selamat datang di www.blangkonjogja.com!! Disini kami menyediakan dua jenis blangkon, yaitu Blangkon Jogja dan Blangkon Solo. Produk blangkon kami tentunya memiliki kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. Namun, apakah Mas dan Mbak sudah tahu tentang blangkon Jogja beserta ciri khas dan filosofinya? Apa yang membedakan blangkon Jogja dengan blangkon Solo? Yuk simak informasi berikut ini.

 

Ciri khas dan filosofi

Pada zaman dahulu, banyak sekali lelaki Jawa yang memanjangkan rambutnya. Namun, rambut mereka tidak dibiarkan berantakan begitu saja, melainkan selalu diikat dan digulung rapi ke belakang kepala, begitu pula dengan laki-laki Jogja. Pada waktu itu, para lelaki Jogja memiliki rambut panjang yang kemudian diikat keatas seperti Patih Gadjah Mada. Ikatan rambut itu disebut dengan ‘gelungan’ yang kemudian dibungkus dan diikat dengan menggunakan kain, lalu berkembang menjadi blangkon Jogja yang memiliki ciri khas benjolan di belakang kepala, atau yang sering disebut sebagai ‘mondholan’.

Mondholan pada blangkon Jogja dikaitkan dengan sifat masyarakat Jogja yang dikenal pandai menyimpan rahasia dan menutupi aib. Menyembunyikan rambut di bawah ikat kepala adalah symbol dari menjaga perasaan sendiri rapat-rapat tanpa seorang pun yang tahu demi menjaga perasaan orang lain. Mereka akan berusaha tersenyum dan tertawa walaupun hatinya menangis, di dalam pikirannya adalah berbuat baik demi sesama meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri.

 

Bagian-bagian blangkon Jogja

Selain mondholan dan filosofinya, blangkon Jogja juga memiliki bagian-bagian yang sedikit berbeda dengan blangkon Solo yang Mbak dan Mas perlu ketahui lho!

  1. Wiron

Wiron adalah bagian blangkon yang melilit mengeliling agar tetap kencang dan tidak lepas. Di dalam blangkon Jogja, wiron diberi lempitan sebanyak tujuh belas lempitan yang menandakan 17 rakaat dalam sholat sehari lima waktu.

  1. Kuncung

Kuncung adalah bagian blangkon yang terletak di depan blangkon yang berbentuk menyerupai wajik atau persegi empat

  1. Tengahan

Tengahan adalah bagian blangkon yang paling tipis yang menyatukan antara wiron bagian kanan dan bagian kiri, juga menyatukan antara bagian depan dan mondholan pada blangkon Jogja.

  1. Sintingan

Sintingan adalah bagian blangkon yang menyerupai dua sayap di bagian belakang blangkon jogja. Blangkon juga dikaitkan dengan nilai-nilai agama Islam yaitu dua kalimat syahadat. Dua kain (sintingan) di bagian belakang blangkon Jogja melambangkan syahadat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

  1. Mondholan

Mondholan adalah bagian yang terletak pada blangkon Jogja yang berbentuk bulat telur. Bagian ini yang membedakan antara blangkon Jogja dan blankon Solo.

  1. Kepet

Kepet adalah kain blangkon yang terletak di bagian belakang blangkon Jogja. Panjang kepet berpacam-macam, ada yang sangat pendek hingga panjang satu meter.

Nah, Mas dan Mbak sudah tahu ciri khas, filosofi, dan bagian-bagian dari blangkon Jogja kan? Sekarang, tentukan pilihanmu!

Assalamualaikum Blangkonjogja.com
Send via WhatsApp