Blangkon

Berbagai Motif Untuk Blangkon

Filosofi Blangkon

Blangkon terkenal memiliki filosofi yang dalam, karena dalam proses pembuatannya yang tidak boleh sembarangan. Pakem-pakem dalam pembuatannya juga harus di laksanakan oleh para pelaku usaha pembuatan blangkon. Tak heran jika ada blangkon yang memiliki harga yang cukup tinggi dikarenakan memang bahan-bahan untuk membuatnya sangatlah mematuhi pakem. Pakem bukan hanya mengenai bahan maupun teknik pembuatannya namun motif juga termasuk dalam pakem sebuah blangkon. Lalu bagaimana motif-motif dalam blangkon itu? Apa saja jenis-jenisnya?

Kain Blangkon

Kain batik, begitu orang awam akan menyebut jenis kain yang digunakan dalam pembuatan blangkon. Blangkon memang terbuat dari lembaran-lembaran kain batik, tetapi lebih dalam dari itu kain-kain tersebut memiliki jenisnya sendiri. Motif yang umum digunakan untuk membuat batik diantaranya adalah; motif mondhang, blumbangan, kumitir, celengkewengen, jumputan, sido asih, sido wirasat,, taruntum, dan ada pula motif modern seperti motif baju tantara. Motif-motif tersebut biasanya digunakan untuk blangkon gaya Yogyakarta. Lalu bagaimana dengan motif untuk blangkon gaya Surakarta? Menurut pembuat blangkon di Desa Beji yang bernama Bapak Suprihatin, motif blangkon gaya Surakarta memiliki warna yang lebih terang, seperti warna merah dan orange sedangkan untuk blangkon gaya Yogyakarta memiliki warna yang lebih kalem cenderung gelap seperti warna coklat. Motif-motif yang dibuat diluar motif iket tersebut merupakan perkembangan dalam pembuatan blangkon. Seperti motif baju tantara, motif tersebut merupakan contoh perkembangan blangkon yang mengalami modernisasi. Biasanya blangkon dengan motif baju tentara memang digunakan untuk para tentara.

 

Blangkon

Motif Blangkon

Setiap motif memiliki makna simbolisnya tersendiri, seperti motif modhang yang memiliki makna kesaktian untuk meredam angkara murka, yaitu berarti sebelum mengalahkan musuh dari luar, kita harus mengalahkan musuh yang berasal dari dalam diri sendiri. Motif jumputan, berasal dari kata jumput yang berarti mengambil yang baik-baik. Motif blumbangan, blumbangan merupakan kolam dalam Bahasa Jawa, kolam sendiri adalah tempat yang dipenuhi dengan air dan air merupakan salah satu sumber kehidupan. Motif kumitir, merupakan suatu penggambaran dari seorang yang selalu ingin berusaha keras untuk mecapai apa yang ia inginkan. Motif celengkewengen memiliki makna kejujuran dan apa adanya. Motif taruntum memiliki motif tebaran bunga-bunga kecil yang melambangkan bintang, maknya adalah bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari dua hal seperti gelap terang. Motif wirasat, memiliki makna pengharapan agar bisa mencapai kedudukan yang tinggi. Motif sido asih, motif ini memiliki makna harapan agar mendapat perhatian dari sesama dan saling mengasihi antar sesama manusia. Motif dan warna blangkon akan mempengaruhi bagaimana seseorang itu akan terlihat, menurut pembuat blangkon di Desa Beji seseorang yang menggunakan blangkon yang berwarna putih akan terlihat lebih berwibawa.

Posts created 34

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

Assalamualaikum Blangkonjogja.com
Send via WhatsApp